Hope
See your face
See your smile
Hear your voice
Touch your body
Stay with you
Kubuka mata ini untuk pertama kalinya, & entah siapa yg kulihat. Aku tak mengingatnya. Namun akhirnya aq tahu, meski aq belum benar2 bisa mengenalmu, engkaulah seseorang yg begitu peduli padaku. & ternyata kau pula yg menjadi orang pertama yg rela mati untukku. Yahh.. engkaulah cintaku.
Menghabiskan hidupku selama belasan tahun denganmu akhirnya membuatku sadar, bahwa aq mencintaimu. Yahh.. cinta yg sebenarnya, bukan sekedar cinta layaknya remaja puber atau status pacar puluhan tahun tanpa ikatan nikah. Bukan cinta yg menjadikanku seperti seorang tahanan luar yg wajib lapor setiap saat, atau seperti aktris yg melakukan sebuah peran dalam drama.
Ini sungguh berbeda. Semua rasa yg kupunya padamu sungguh berbeda. Mengalir begitu saja. Hanya berawal dari sebuah takdir yg mempertemukan kita saja, & menjalani hidup bersama hingga akhirnya kau bertahta dalam hatiku. Selamanya. Ya, selamanya. Forever. Yg hanya Tuhan yg tau dimana garis finish nya.
Kian hari, rasa ini kian menjadi. Meski kita seringkali bertengkar karena kesalahanku & tertawa karena kebodohanku, rasa cintaku padamu makin meningkat. Hingga kita harus menjalani hidup LDR, aq justru makin mencintaimu.. Segala cara telah kita jalani, dari mulai sms, chatting di sosmed, telpon diwaktu senggang, hingga "pulang" tiap bulan hanya untuk memeluk mencium tanganmu. Namun rasanya semua itu masih belum cukup. Karena rasa cinta ini semakin membuncah.
Namun apa daya, kita hanya manusia, hamba Tuhan. Kita bukan pembuat keputusan. Kau akhirnya pergi meninggalkanku ditengah upayaku mempertahankanmu. Tuhan lebih mencintaimu dibandingkanku. Aq kalah. Hancur hatiku pasca kepergianmu. Kau tahu, bukan bagaikan separuh jiwaku pergi, tapi rasanya seperti seluruh jiwaku pergi.
Apa yg kucari lagi disini? Tak ada tujuan, tak ada penyemangat, hilang inspirasi. Aq bagaikan sebuah lingkaran tanpa titik pusat. Tapi harus tetap kujalani hidup ini karena Tuhan masih menginginkannya.
Dengan sisa kesadaran akan iman yg kumiliki, akhirnya kujalani hidup yg hampa ini. Dunia terasa semakin fana dimataku sampai saat ini. Namun rasa cintaku, tetap menyala. Kau tetap bertahta dihatiku tanpa tergeser sedikitpun. Makanya aq berani bilang, aq mencintaimu selamanya. Dan selamanya itu belum berakhir saat Tuhan memisahkan kita. Kalimat inilah yg membangkitkanku, memunculkan harapan-harapanku untuk bisa bercengkrama lagi denganmu. Wahai kekasihku..
i will pray everytime for you.. my beloved mother..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar