PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN
MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA (Survey pada SMP
Negeri Kecamatan Sokaraja Purwokerto)
Laela Afti Muslikhatin
ABSTRAK
Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kreativitas belajarmatematika siswa, mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap kreativitas belajarmatematika siswa.Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap pemecahan masalah
matematika siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah survey.Sampel
berukuran 255 siswa dengan teknik sampling yang digunakan yaitu teknik gabungan antara proposional dan random.Pengumpulan data dilaksanakan dengan penyebaran angket kecerdasan emosional, motivasi belajar, dan
kreativitas belajar matematika.Analisis data
terdiri dari pengujian instrumen penelitian dengan uji validitas dan
reliabilitas.Selanjutnya dilakukan uji persyaratan analisis dengan uji
normalitas dan uji linieritas.Pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi partial dan korelasi ganda, serta regresi
linier sederhana dan regresi linier ganda.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September s.d Desember 2017.Hasil penelitian
menunjukkan :1) Terdapat pengaruh yang signifikan
kecerdasan emosional dan motivasi
belajar secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN
Sokaraja, dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fhitung
= 59,860. 2) Terdapat pengaruh yang
signifikan kecerdasan emosional terhadap
kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja, dibuktikan dengan
perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 7,662. 3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikanmotivasi belajar
terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, dibuktikan dengan
perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 3,760. Dengan
demikian maka dalam penelitian ini kecerdasan emosional dan motivasi belajar
memberikan pengaruh yang positif terhadap kreativitas belajar matematika.
Kata
Kunci : kecerdasan emosional, motivasi, kreativitas belajar matematika
PENDAHULUAN
Rendahnya mutu pendidikan pada setiap
jenjang pendidikan merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh
bangsa Indonesia saat ini. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan
mutu pendidikan nasional, baik dengan pengembangan kurikulum, peningkatan
kompetensi guru, pengadaan buku dan sarana pendidikan lain serta perbaikan
manajemen sekolah. Namun usaha ini belum juga menunjukkan hasil yang
signifikan.Pendidikan merupakan media yang sangat berperan untuk menciptakan
manusia yang berkualitas dan berpotensi dalam arti yang seluas-luasnya, melalui
pendidikan akan terjadi proses pendewasaan diri sehingga di dalam proses
pengambilan keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi selalu disertai
dengan rasa tanggung jawab yang besar.
Dalam proses pembelajaran di sekolah,
banyak orang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar,
seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Karena
intelegensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar
sehingga menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Menurut Binet dalam Gusniwati
(2015: 27) hakikat intelegensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan
mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai
tujuan itu, dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif.Kenyataannya
dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak
dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan intelegensinya. Ada
siswa yang mempunyai kemampuan intelegensi tinggi tetapi memperoleh prestasi
belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang memiliki kemampuan
intelegensi relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi.
Selain kecerdasan emosional, motivasi
belajar matematika juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi kreativitas
belajar matematika siswa. Motivasi sangat erat hubungannya dengan belajar,
belajar tanpa motivasiakan terasa membosankan. Peserta didik yang termotivasi
terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan peserta didik
yang kurang termotivasi. Motivasi yang tinggi terhadap suatu mata pelajaran,
memungkinkan peserta didik memberikan perhatian yang tinggi terhadap mata
pelajaran itu sehingga memungkinkan pula memiliki prestasi yang tinggi. Maka
untuk mencapai prestasi yang tinggi, disamping kecerdasan, motivasi juga perlu
ditingkatkan, sebab tanpa motivasi kegiatan belajar tidak akan efektif.Dari
kondisi yang tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk mengajukan judul
penelitian, “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar Terhadap Kreativitas
Belajar Matematika”.
Sesuai dengan keterangan di atas maka
rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Adakah pengaruh kecerdasan emosional
dan motivasi belajar siswa bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika
siswa SMPN Sokaraja?, 2. Adakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap
kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja?, 3. Adakah pengaruh
motivasi belajar siswa terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN
Sokaraja?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh
kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa bersama-sama terhadap
kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, 2. Pengaruh kecerdasan
emosional terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, 3.
Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kreativitas belajar matematika siswa
SMPN Sokaraja.
METODE
PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah survey dengan teknik korelasi.Variabel peneitian ini terdiri dari
variabel terikat, yaitu kreativitas belajar matematikasiswa (Y) dan dua
variabel bebas, yaitu kecerdasan emosional (X1), dan motivasi belajar siswa
(X2).Teknik pemilihan sampel dalam
penelitian ini menggunakan teknik gabungan antara proposional dan random.Dalam
penentuan jumlah anggota sampel dari setiap sekolah digunakan teknik
proposional, sedangkan untuk menentukan anggota sampel dari setiap sekolah
dipilih secara acak.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 255.Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan menggunakan teknik
sampling Proporsional Cluster Random
Sampling, dimana jumlah
sampel dari setiap sekolah diambil secara proporsional berdasarkan perbandingan
jumlah siswa setiap sekolah terhadap jumlah populasi keseluruhan.
Dalam analisis deskriptif akan dilakukan
teknik penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik batang
untuk masing masing variabel. Selain itu juga masing masing variabel akan diolah
dan dianalisis ukuran pemusatan dan letak seperti mean, modus dan median serta
ukuran simpangan seperti jangkauan, variasi, simpangan baku kemenangan dan
kurtosis. Setelah itu dilanjutkan dengan uji normalitas data dan uji hipotesis.Uji
Normalitastis bertujuan untuk mengetahui apakah data hasil pengumpulan
berdistribusi normal atau tidak. Hal ini akan berpengaruh pada proses lanjutan
analisis statistik jika data
berdistribusi normal, maka analisis
dilanjutkan menggunakan statistik non parametrik. Uji normalitas dapat
dilakukan menggunakan analisis Kolmogorov
Smirnov dalam SPSS 22.00. Distribusi data dikatakan normal jika nilai sig
KS > 0,05. Perhitungan normalitas akan dilakukan menggunakan bantuan program
komputer SPSS 22.00.Setelah keseluruhan uji persyaratan analisis data dipenuhi
dan diketahui data layak untuk diolah lebih lanjut, maka langkah berikutnya
adalah pengujian masing-masing hipotesis yang telah diajukan.Pengujian
hipotesis menggunakan teknik korelasi partial dan korelasi ganda, serta regresi
linier sederhana dan regresi linier ganda. Dalam praktiknya untuk perhitungan
dan pengujian korelasi dan regresi baik partial maupun ganda akandigunkan
bantuan program SPSS 22.00.
HASIL
PENELITIAN
Data kreativitas belajar matematika
diperoleh dari skor angket yang dijawab 255 siswa yang menjadi sampel
penelitian dan dihasilkan skor terendah 44, skor tertinggi 119, skor rerata
sebesar 74,73, median 74,00, modus sebesar 73, dan simpangan baku sebesar
12,148.Data kecerdasan emoional diperoleh dari skor angket yang dijawab 255
siswa yang menjadi sampel penelitian dan dihasilkan skor terendah
60, skor tertinggi 123, skor rerata sebesar 90,38, median 89,00, modus sebesar
77, dan simpangan baku sebesar 13,640.Data motivasi belajar diperoleh dari skor
angket yang dijawab 255 siswa yang menjadi sampel penelitian dan dihasilkan
skor terendah 36, skor tertinggi 112, skor rerata sebesar 78,80, median 79,00,
modus sebesar 70, dan simpangan baku sebesar 14,810. Pengujian hipotesis
dilakukan seperti ketentuan yang tertulis pada akhir Bab III.Hasil perhitungan
dan pengujian bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel
1.Hasil Perhitungan Koefisien Pengaruh X1 dan X2 terhadap Variabel Y
|
Model Summary
|
||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
|
1
|
,568a
|
,322
|
,317
|
10,042
|
|
a. Predictors: (Constant),
Motovasi Belajar, Kecerdasan Emosional
|
||||
Tabel 2.Hasil Perhitungan Persamaan
Garis Regresi Pengaruh X1 dan X2 terhadap Variabel Y
|
Coefficientsa
|
||||||
|
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized Coefficients
|
t
|
Sig.
|
||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
||||
|
1
|
(Constant)
|
25,339
|
4,561
|
|
5,555
|
,000
|
|
Kecerdasan Emosional
|
,392
|
,051
|
,440
|
7,662
|
,000
|
|
|
Motivasi Belajar
|
,177
|
,047
|
,216
|
3,760
|
,000
|
|
|
a. Dependent Variable:
Kreativitas Belajar Matemmatika
|
||||||
Tabel
3.Hasil Perhitungan Pengujian Signifikasi Koefisien Regresi Pengaruh X1 dan X2
terhadap Variabel Y
|
ANOVAa
|
||||||
|
Model
|
Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
1
|
Regression
|
12072,642
|
2
|
6036,321
|
59,860
|
,000b
|
|
Residual
|
25411,687
|
252
|
100,840
|
|
|
|
|
Total
|
37484,329
|
254
|
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Kreativitas
Belajar Matemmatika
|
||||||
|
b. Predictors: (Constant),
Motivasi Belajar, Kecerdasan Emosional
|
||||||
Dari tabel 3.dapat
dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional (X1) dan motivasi belajar (X2)
secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika (Y). Hal ini
dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fh = 59,860.Sementara
itu, persamaan garis regresi ganda dapat dinyatakan
. Hal ini
memiliki arti bahwa kenaikan satu skor variabel kecerdasan emosional memberikan
kontribusi sebesar 0,392 oleh X1 dan 0,177 oleh X2
terhadap variabel kreativitas belajar matematika. Dari tabel 1.juga dapat
menjelaskan bahwa secara bersama-sama variabel kecerdasan emosional dan
motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 32,2% terhadap variabel
kreativitas belajar matematika.Dari tabel 2.dapat dinyatakan bahwa terdapat
pengaruh yang signifikan kecerdasan
emosional (X1) terhadap kreativitas belajar matematika (Y).
Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan th
= 7,662.Dari hasil perhitungan di atas dapat dinyatakan bahwa kontribusi
kecerdasan emosional dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika sebesar
44%.Dari tabel 2.dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar(X2)
terhadap kreativitas belajar matematika (Y). Hal ini dibuktikan dengan
perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan th = 3,760.Dari hasil
perhitungan di atas dapat dinyatakan bahwa kontribusi motivasi belajar dalam
meningkatkan kreativitas belajar matematika sebesar 5,96%.
PEMBAHASAN
1.
Pengaruh
Kecerdasan Emosional (X1) dan Motivasi Belajar (X2) secara bersama-sama
terhadap Kreativitas Belajar Matematika (Y)
Hasil
penelitian di atas menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan motivasi belajar
secara bersama-sama telah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan
kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja.Hal ini mengandung arti
bahwa kecerdasan emosional dan motivasi belajar telah memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa di SMPN
Sokaraja.
Pada dasarnya
banyak hal yang mempengaruhi kreativitas belajar matematika siswa.Diantara
banyak faktor tersebut adalah kecerdasan emosional dan motivasi belajar.Cooper
dan Sawaf yang dikutip Tridhonanto (2010: 8) mengemukakan bahwakecerdasan
emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secaraselektif menerapkan
daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi sertapengaruh yang manusiawi. Kecerdasan
emosional dibutuhkan siswa untuk mengatur diri, berempati, danberketerampilan
sosial dalam menghadapi suatu permasalahan. Siswa yangmemiliki kecerdasan emosi
tinggi tidak akan terburu-buru dan gegabah dalammengambil keputusan. Kecerdasan
emosional siswa yang baik dapat memeliharanorma-norma kejujuran saat
mengerjakan tugas yang bersifat mandiri.
Selain
kecerdasan emosional, motivasi belajar juga merupakan faktor penting yang
mempengaruhi kreativitas belajar matematika siswa.Menurut Dimyati dan Mudjiono
(2013: 80-81), motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan
mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar.Motivasi sangat erat
hubungannya dengan belajar, belajar tanpa motivasiakan terasa membosankan. Siswa
yang termotivasi terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras
dibandingkan siswa yang kurang termotivasi. Motivasi yang tinggi terhadap suatu
mata pelajaran, memungkinkan siswa memberikan perhatian yang tinggi terhadap
mata pelajaran itu sehingga memungkinkan pula memiliki prestasi yang tinggi.
Maka untuk mencapai prestasi yang tinggi disamping kecerdasan emosional,
motivasi juga perlu ditingkatkan, sebab tanpa motivasi kegiatan belajar tidak
efektif. Seseorang yang tidak mempunyai motivasi mempelajari sesuatu tidak akan
berhasil dengan baik, tetapi sesorang yang memiliki motivasi terhadap objek
masalah maka dapat diharapkan bahwa hasilnya akan baik.
Jika dikaitkan,
maka hubungan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara
bersama-sama mempunyai pengaruh besar terhadap kreativitas belajar matematika
siswa. Sehingga jika kecerdaan emosional dan motivasi belajar siswa tinggi maka
akan menghasilkan kreativitas belajar matematika yang tinggi pula. Atau dengan
kata lain terdapat pengaruh positif kecerdasan emosional dan motivasi belajar
secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa.
2.
Pengaruh
Kecerdasan Emosional (X1) terhadap Kreativitas Belajar Matematika (Y)
Hasil penelitian
di atas menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional telah memberikan pengaruh
positif terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa SMPN
Sokaraja.Hal ini mengandung arti bahwa kecerdasan emosional siswa memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas belajar matematika siswa di SMPN
Sokaraja.
Kecerdasan
emosional merupakan faktor penting yang mempengaruhi kreativitas belajar
matematika siswa. Menurut Steineryang dikutip oleh Datuk Eka, (2014: 17) mengemukakan
kecerdasan emosionalmerupakan kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan
perasaan orang lain,kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola
emosi denganbaik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang
lain.Kekuatan yang dimiliki siswa dapat diaplikasikan melalui kecerdasan emosi.Jika
kecerdasan emosional berkembang baik siswa akan sangat mudah meningkatan
kreativitas belajar matematikanya. Kecerdasan emosional juga mampu
memaksimalkan fungsi kecerdasan intelektualnya sehingga mampu menunjukkan hasil
belajar yang lebih baik.Dengan demikian kecerdasan emosional mempunyai pengaruh
yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika siswa.
Kecerdasan
emosional akan berbanding lurus dengan tingkat kreativitas belajar matematika
siswa. Apabila siswa memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi maka
kreativitas belajar matematikanya juga akan baik. Namun sebaliknya, siswa yang
memiliki kecerdasan emosional kurang maka tingkat kreativitas belajar
matematikanya pun akan cenderung rendah. Biasanya siswa seperti ini hanya akan
belajar monoton sebatas menghafal rumus saja tanpa memahami konsep yang ada
pada materi tersebut.
3.
Pengaruh
Motivasi Belajar (X2) terhadap Kreativitas Belajar Matematika (Y)
Hasil penelitian
di atas menyimpulkan bahwa motivasi belajar telah memberikan pengaruh positif
terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja.Hal ini
mengandung arti bahwa motivasi belajar siswa memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja.
Motivasi belajar
adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan
belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbenntuk cara
belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi
kegiatan-kegiatannya. Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk
mengembangkan kemampuan diri secara optimum, sehingga mampu berbuat yang lebih
baik, berprestasi dan kreatif (Maslow dalam Nashar, 2004:42).Faktor-faktor yang
mendukung motivasi belajar akan mempengaruhi siswa untuk belajar optimal,
tetapi jika tidak mendukung maka motivasi belajar siswa akan rendah. Oleh
karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam
diri dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan
harus dihadapi untuk mencapai cita-cita.
Motivasi belajar
berpengaruh terhadap tingkat kreativitas belajar siswa termasuk dalam mata
pelajaran matematika. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi, maka akan semakin
mudah untuk memahami materi-materi matematika yang abstrak dan secara otomatis
hal tersebut membuat tingkat kreativitas belajarnya meningkat. Namun siswa yang
memiliki motivasi belajar rendah akan kesulitan dalam memahami materi
matematika sehingga ia hanya akan menghafal rumus dan tidak bisa
mengaplikasikannya kepada permasalahan-permasalahan sehari-hari yang berkaitan
dengan materi tersebut.
SIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu:
1. Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional dan motivasi belajar
secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN
Sokaraja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fhitung
= 59,860. Secara bersama-sama kecerdasan emosional dan motivasi belajar
memberikan kontribusi sebesar 32,2% terhadap kreativitas belajar matematika. 2.
Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap kreativitas
belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan
nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 7,662. Variabel kecerdasan
emosional memberikan kontribusi sebesar 44% dalam meningkatkan kreativitas
belajar matematika. 3. Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar
terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja. Hal ini dibuktikan
dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 3,760.
Variabel motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 5,96% dalam
meningkatkan kreativitas belajar matematika.
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti
mengusulkan beberapa saran sebagai berikut: 1. Guru seyogianya terus-menerus untuk meningkatkan
kualifikasi profesional mereka dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan
perhatian orang tua siswa dan minat belajar siswa dalam meningkatkan pemahaman
konsep matematika siswa. 2. Hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut dalam
mengembangkan teori dan konsep tentang Perhatian orang tua dan minat belajar
terhadap pemahaman konsep matematika serta menelitinya secara empirik di
lapangan secara komprehensip.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali,
M. & Asrori, M. (2008).Psikologi
Remaja Perkembangan Peserta Didik.Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arthur,
B., Gundy, V. (2011). Cara Mendapatkan
Ide-Ide Kreatif dan Cemerlang.Jakarta: PT Indeks.
Dimyati
dan Mudjiono.(2013). Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Goleman,
D. (2002). Kecerdasan Emosi Untuk
Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hamzah,
U. B. (2007).Teori Motivasi dan
Pengukuran Analitis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Jihad,
A. (2008).Pengembangan Kurikulum
Matematika. Jakarta: Multi Pressindo.
Munandar,
U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak
Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Musbikin,
I. (2006). Mendidik Anak Kreatif Ala
Einstein. Yogyakarta: MitraPustaka.
Mustakim.(2008).
Psikologi Pendidikan. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Mutakin,
T.Z., Maria, C. (2015). Suplemen Aplikasi
Komputer Dalam Penyusunan Karya Ilmiah. Tangerang: Pustaka Mandiri.
Nashar,
H. (2004). Peranan Motivasi &
Kemampuan Awal. Jakarta: Delia Press.
Rakhmat,
J. (2007). Psikologi Komunikasi.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sanjaya,
W. (2010).Strategi Pembelajaran
Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Grup.
Saptono.
(2011). Dimensi-Dimensi Pendidikan
Karakter: Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis. Jakarta: Erlangga.
Sardiman,
M. (2007).Interaksi dan Motivasi Belajar
Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Satiadarma,
M.P. ( 2003). Mendidik Kecerdasan.
Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Semiawan,
C. (2009). Kreativitas Keberbakatan.
Jakarta: Indeks.
Slameto.(2010).
Belajar dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Stein,
S. J. dan Book, Howard, E. (2002).Ledakan
EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses. Alih Bahasa:
Trinada Rainy Januarsari. Bandung: Kaifa.
Sudjana,
N. (2005). Dasar-Dasar Proses Belajar
Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Suherman,
A. (2002). Penelitian Korelasional dan
Komparasi dalam Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Program Pascasarjana
UPI.
Suparman,
I.A. (2014). Aplikasi Komputer Dalam
Penyusunan Karya Ilmiah. Tangerang: Pustska Mandiri.
Tridhonanto,
Al. (2010). Meraih Sukses dengan
Kecerdasan Emosional. Jakarta:PT Elex Media Komputindo.
Walgito,
B. (2003). Pengantar Psikologi Umum Edisi
Keempat. Yogyakarta: Andi Offset.
Wexley,
K., and Yulk, G. (2003).Perilaku
Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta: Rineka Cipta.
Eka,
D. (2014). Pengaruh Gaya Belajar,
Kreativitas dan Kecerdasan Emosi Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas X SMK
Piri I Yogyakarta.Tesis. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Fitriani,
V. (2013).Pengaruh Kecerdasan Emosional
dan Minat Belajar Terhadap Kreativitas Belajar Fisika (Survey pada SMA Negeri
dan Swasta Kelas X di Kecamatan Cikarang Selatan).Tesis. Jakarta: Program
Studi Pendidikan Matematika Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas
Indraprasta.
Gusniwati.(2015).
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Penguasaan Konsep
Matematika Siswa SMAN di Kecamatan Kebon Jeruk.Jurnal Formatif 5(1): 26-41.
Mayang,
I.P. (2016). Pengaruh Kecerdasan
Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika di SMAN
Jakarta Selatan.Tesis. Jakarta: Program Studi Pendidikan Matematika
Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas Indraprasta PGRI.
Sanchez-Ruiz,
MJ. (2011). The Relationship Between Trait Emotional Intellegence and
Creativity Accros Subject Domain. Journal
of The Society for the Study of Motivational Vol. 35.
Linda,
N. (2006). What is Creativity?.Website:
http://www.creativityatwork.com/#.what-isicreativity.pdf.