Februari 27, 2018

Contoh Artikel Tesis

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA (Survey pada SMP Negeri Kecamatan Sokaraja Purwokerto)

Laela Afti Muslikhatin

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kreativitas belajarmatematika siswa, mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap kreativitas belajarmatematika siswa.Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap pemecahan masalah matematika siswa.Metode penelitian yang digunakan adalah survey.Sampel berukuran 255 siswa dengan teknik sampling yang digunakan yaitu teknik gabungan antara proposional dan random.Pengumpulan data dilaksanakan dengan penyebaran angket kecerdasan emosional, motivasi belajar, dan kreativitas belajar matematika.Analisis data terdiri dari pengujian instrumen penelitian dengan uji validitas dan reliabilitas.Selanjutnya dilakukan uji persyaratan analisis dengan uji normalitas dan uji linieritas.Pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi partial dan korelasi ganda, serta regresi linier sederhana dan regresi linier ganda.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September s.d Desember 2017.Hasil penelitian menunjukkan :1) Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fhitung = 59,860. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja, dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 7,662. 3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikanmotivasi belajar terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 3,760. Dengan demikian maka dalam penelitian ini kecerdasan emosional dan motivasi belajar memberikan pengaruh yang positif terhadap kreativitas belajar matematika.

Kata Kunci            : kecerdasan emosional, motivasi, kreativitas belajar matematika















PENDAHULUAN
Rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan merupakan salah satu masalah yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, baik dengan pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan sarana pendidikan lain serta perbaikan manajemen sekolah. Namun usaha ini belum juga menunjukkan hasil yang signifikan.Pendidikan merupakan media yang sangat berperan untuk menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi dalam arti yang seluas-luasnya, melalui pendidikan akan terjadi proses pendewasaan diri sehingga di dalam proses pengambilan keputusan terhadap suatu masalah yang dihadapi selalu disertai dengan rasa tanggung jawab yang besar.
Dalam proses pembelajaran di sekolah, banyak orang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar, seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi. Karena intelegensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar sehingga menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Menurut Binet dalam Gusniwati (2015: 27) hakikat intelegensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu, dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif.Kenyataannya dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan intelegensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan intelegensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang memiliki kemampuan intelegensi relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi.
Selain kecerdasan emosional, motivasi belajar matematika juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi kreativitas belajar matematika siswa. Motivasi sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa motivasiakan terasa membosankan. Peserta didik yang termotivasi terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan peserta didik yang kurang termotivasi. Motivasi yang tinggi terhadap suatu mata pelajaran, memungkinkan peserta didik memberikan perhatian yang tinggi terhadap mata pelajaran itu sehingga memungkinkan pula memiliki prestasi yang tinggi. Maka untuk mencapai prestasi yang tinggi, disamping kecerdasan, motivasi juga perlu ditingkatkan, sebab tanpa motivasi kegiatan belajar tidak akan efektif.Dari kondisi yang tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk mengajukan judul penelitian, “Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar Terhadap Kreativitas Belajar Matematika”.
Sesuai dengan keterangan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. Adakah pengaruh kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja?, 2. Adakah pengaruh kecerdasan emosional terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja?, 3. Adakah pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh kecerdasan emosional dan motivasi belajar siswa bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, 2. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja, 3. Pengaruh motivasi belajar siswa terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan teknik korelasi.Variabel peneitian ini terdiri dari variabel terikat, yaitu kreativitas belajar matematikasiswa (Y) dan dua variabel bebas, yaitu kecerdasan emosional (X1), dan motivasi belajar siswa (X2).Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik gabungan antara proposional dan random.Dalam penentuan jumlah anggota sampel dari setiap sekolah digunakan teknik proposional, sedangkan untuk menentukan anggota sampel dari setiap sekolah dipilih secara acak.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 255.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan menggunakan teknik sampling Proporsional Cluster Random Sampling, dimana jumlah sampel dari setiap sekolah diambil secara proporsional berdasarkan perbandingan jumlah siswa setiap sekolah terhadap jumlah populasi keseluruhan.
Dalam analisis deskriptif akan dilakukan teknik penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik batang untuk masing masing variabel. Selain itu juga masing masing variabel akan diolah dan dianalisis ukuran pemusatan dan letak seperti mean, modus dan median serta ukuran simpangan seperti jangkauan, variasi, simpangan baku kemenangan dan kurtosis. Setelah itu dilanjutkan dengan uji normalitas data dan uji hipotesis.Uji Normalitastis bertujuan untuk mengetahui apakah data hasil pengumpulan berdistribusi normal atau tidak. Hal ini akan berpengaruh pada proses lanjutan analisis statistik  jika data berdistribusi normal, maka analisis dilanjutkan menggunakan statistik non parametrik. Uji normalitas dapat dilakukan menggunakan analisis Kolmogorov Smirnov dalam SPSS 22.00. Distribusi data dikatakan normal jika nilai sig KS > 0,05. Perhitungan normalitas akan dilakukan menggunakan bantuan program komputer SPSS 22.00.Setelah keseluruhan uji persyaratan analisis data dipenuhi dan diketahui data layak untuk diolah lebih lanjut, maka langkah berikutnya adalah pengujian masing-masing hipotesis yang telah diajukan.Pengujian hipotesis menggunakan teknik korelasi partial dan korelasi ganda, serta regresi linier sederhana dan regresi linier ganda. Dalam praktiknya untuk perhitungan dan pengujian korelasi dan regresi baik partial maupun ganda akandigunkan bantuan program SPSS 22.00.
HASIL PENELITIAN
Data kreativitas belajar matematika diperoleh dari skor angket yang dijawab 255 siswa yang menjadi sampel penelitian dan dihasilkan skor terendah 44, skor tertinggi 119, skor rerata sebesar 74,73, median 74,00, modus sebesar 73, dan simpangan baku sebesar 12,148.Data kecerdasan emoional diperoleh dari skor angket yang dijawab 255 siswa yang menjadi sampel penelitian dan dihasilkan skor terendah 60, skor tertinggi 123, skor rerata sebesar 90,38, median 89,00, modus sebesar 77, dan simpangan baku sebesar 13,640.Data motivasi belajar diperoleh dari skor angket yang dijawab 255 siswa yang menjadi sampel penelitian dan dihasilkan skor terendah 36, skor tertinggi 112, skor rerata sebesar 78,80, median 79,00, modus sebesar 70, dan simpangan baku sebesar 14,810. Pengujian hipotesis dilakukan seperti ketentuan yang tertulis pada akhir Bab III.Hasil perhitungan dan pengujian bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 1.Hasil Perhitungan Koefisien Pengaruh X1 dan X2 terhadap Variabel Y
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
,568a
,322
,317
10,042
a. Predictors: (Constant), Motovasi Belajar, Kecerdasan Emosional
  
Tabel 2.Hasil Perhitungan Persamaan Garis Regresi Pengaruh X1 dan X2 terhadap Variabel Y
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
25,339
4,561

5,555
,000
Kecerdasan Emosional
,392
,051
,440
7,662
,000
Motivasi Belajar
,177
,047
,216
3,760
,000
a. Dependent Variable: Kreativitas Belajar Matemmatika

Tabel 3.Hasil Perhitungan Pengujian Signifikasi Koefisien Regresi Pengaruh X1 dan X2 terhadap Variabel Y
ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
12072,642
2
6036,321
59,860
,000b
Residual
25411,687
252
100,840


Total
37484,329
254



a. Dependent Variable: Kreativitas Belajar Matemmatika
b. Predictors: (Constant), Motivasi Belajar, Kecerdasan Emosional

Dari tabel 3.dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional (X1) dan motivasi belajar (X2) secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika (Y). Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fh = 59,860.Sementara itu, persamaan garis regresi ganda dapat dinyatakan . Hal ini memiliki arti bahwa kenaikan satu skor variabel kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 0,392 oleh X1 dan 0,177 oleh X2 terhadap variabel kreativitas belajar matematika. Dari tabel 1.juga dapat menjelaskan bahwa secara bersama-sama variabel kecerdasan emosional dan motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 32,2% terhadap variabel kreativitas belajar matematika.Dari tabel 2.dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional (X1) terhadap kreativitas belajar matematika (Y). Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan th = 7,662.Dari hasil perhitungan di atas dapat dinyatakan bahwa kontribusi kecerdasan emosional dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika sebesar 44%.Dari tabel 2.dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar(X2) terhadap kreativitas belajar matematika (Y). Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan th = 3,760.Dari hasil perhitungan di atas dapat dinyatakan bahwa kontribusi motivasi belajar dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika sebesar 5,96%.
PEMBAHASAN
1.      Pengaruh Kecerdasan Emosional (X1) dan Motivasi Belajar (X2) secara bersama-sama terhadap Kreativitas Belajar Matematika (Y)
Hasil penelitian di atas menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama telah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja.Hal ini mengandung arti bahwa kecerdasan emosional dan motivasi belajar telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja.
Pada dasarnya banyak hal yang mempengaruhi kreativitas belajar matematika siswa.Diantara banyak faktor tersebut adalah kecerdasan emosional dan motivasi belajar.Cooper dan Sawaf yang dikutip Tridhonanto (2010: 8) mengemukakan bahwakecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secaraselektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi sertapengaruh yang manusiawi. Kecerdasan emosional dibutuhkan siswa untuk mengatur diri, berempati, danberketerampilan sosial dalam menghadapi suatu permasalahan. Siswa yangmemiliki kecerdasan emosi tinggi tidak akan terburu-buru dan gegabah dalammengambil keputusan. Kecerdasan emosional siswa yang baik dapat memeliharanorma-norma kejujuran saat mengerjakan tugas yang bersifat mandiri.
Selain kecerdasan emosional, motivasi belajar juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi kreativitas belajar matematika siswa.Menurut Dimyati dan Mudjiono (2013: 80-81), motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar.Motivasi sangat erat hubungannya dengan belajar, belajar tanpa motivasiakan terasa membosankan. Siswa yang termotivasi terhadap kegiatan belajar akan berusaha lebih keras dibandingkan siswa yang kurang termotivasi. Motivasi yang tinggi terhadap suatu mata pelajaran, memungkinkan siswa memberikan perhatian yang tinggi terhadap mata pelajaran itu sehingga memungkinkan pula memiliki prestasi yang tinggi. Maka untuk mencapai prestasi yang tinggi disamping kecerdasan emosional, motivasi juga perlu ditingkatkan, sebab tanpa motivasi kegiatan belajar tidak efektif. Seseorang yang tidak mempunyai motivasi mempelajari sesuatu tidak akan berhasil dengan baik, tetapi sesorang yang memiliki motivasi terhadap objek masalah maka dapat diharapkan bahwa hasilnya akan baik.
Jika dikaitkan, maka hubungan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama mempunyai pengaruh besar terhadap kreativitas belajar matematika siswa. Sehingga jika kecerdaan emosional dan motivasi belajar siswa tinggi maka akan menghasilkan kreativitas belajar matematika yang tinggi pula. Atau dengan kata lain terdapat pengaruh positif kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa.
2.      Pengaruh Kecerdasan Emosional (X1) terhadap Kreativitas Belajar Matematika (Y)
Hasil penelitian di atas menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional telah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja.Hal ini mengandung arti bahwa kecerdasan emosional siswa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja.
Kecerdasan emosional merupakan faktor penting yang mempengaruhi kreativitas belajar matematika siswa. Menurut Steineryang dikutip oleh Datuk Eka, (2014: 17) mengemukakan kecerdasan emosionalmerupakan kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain,kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi denganbaik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.Kekuatan yang dimiliki siswa dapat diaplikasikan melalui kecerdasan emosi.Jika kecerdasan emosional berkembang baik siswa akan sangat mudah meningkatan kreativitas belajar matematikanya. Kecerdasan emosional juga mampu memaksimalkan fungsi kecerdasan intelektualnya sehingga mampu menunjukkan hasil belajar yang lebih baik.Dengan demikian kecerdasan emosional mempunyai pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika siswa.
Kecerdasan emosional akan berbanding lurus dengan tingkat kreativitas belajar matematika siswa. Apabila siswa memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi maka kreativitas belajar matematikanya juga akan baik. Namun sebaliknya, siswa yang memiliki kecerdasan emosional kurang maka tingkat kreativitas belajar matematikanya pun akan cenderung rendah. Biasanya siswa seperti ini hanya akan belajar monoton sebatas menghafal rumus saja tanpa memahami konsep yang ada pada materi tersebut.
3.      Pengaruh Motivasi Belajar (X2) terhadap Kreativitas Belajar Matematika (Y)
Hasil penelitian di atas menyimpulkan bahwa motivasi belajar telah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja.Hal ini mengandung arti bahwa motivasi belajar siswa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja.
Motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong siswa untuk belajar dengan senang dan belajar secara sungguh-sungguh, yang pada gilirannya akan terbenntuk cara belajar siswa yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi kegiatan-kegiatannya. Motivasi belajar juga merupakan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan diri secara optimum, sehingga mampu berbuat yang lebih baik, berprestasi dan kreatif (Maslow dalam Nashar, 2004:42).Faktor-faktor yang mendukung motivasi belajar akan mempengaruhi siswa untuk belajar optimal, tetapi jika tidak mendukung maka motivasi belajar siswa akan rendah. Oleh karena itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam diri dengan cara senantiasa memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus dihadapi untuk mencapai cita-cita.
Motivasi belajar berpengaruh terhadap tingkat kreativitas belajar siswa termasuk dalam mata pelajaran matematika. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi, maka akan semakin mudah untuk memahami materi-materi matematika yang abstrak dan secara otomatis hal tersebut membuat tingkat kreativitas belajarnya meningkat. Namun siswa yang memiliki motivasi belajar rendah akan kesulitan dalam memahami materi matematika sehingga ia hanya akan menghafal rumus dan tidak bisa mengaplikasikannya kepada permasalahan-permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan materi tersebut.
SIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: 1. Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fhitung = 59,860. Secara bersama-sama kecerdasan emosional dan motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 32,2% terhadap kreativitas belajar matematika. 2. Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional terhadap kreativitas belajar matematika siswa di SMPN Sokaraja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 7,662. Variabel kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 44% dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika. 3. Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap kreativitas belajar matematika siswa SMPN Sokaraja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 3,760. Variabel motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 5,96% dalam meningkatkan kreativitas belajar matematika.
Berdasarkan kesimpulan di atas peneliti mengusulkan beberapa saran sebagai berikut: 1. Guru  seyogianya terus-menerus untuk meningkatkan kualifikasi profesional mereka dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan perhatian orang tua siswa dan minat belajar siswa dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. 2. Hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan teori dan konsep tentang Perhatian orang tua dan minat belajar terhadap pemahaman konsep matematika serta menelitinya secara empirik di lapangan secara komprehensip.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, M. & Asrori, M. (2008).Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.Jakarta: PT Bumi Aksara.
Arthur, B., Gundy, V. (2011). Cara Mendapatkan Ide-Ide Kreatif dan Cemerlang.Jakarta: PT Indeks.
Dimyati dan Mudjiono.(2013). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Goleman, D. (2002). Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Hamzah, U. B. (2007).Teori Motivasi dan Pengukuran Analitis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Jihad, A. (2008).Pengembangan Kurikulum Matematika. Jakarta: Multi Pressindo.

Munandar, U. (2009). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Musbikin, I. (2006). Mendidik Anak Kreatif Ala Einstein. Yogyakarta: MitraPustaka.
Mustakim.(2008). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mutakin, T.Z., Maria, C. (2015). Suplemen Aplikasi Komputer Dalam Penyusunan Karya Ilmiah. Tangerang: Pustaka Mandiri.
Nashar, H. (2004). Peranan Motivasi & Kemampuan Awal. Jakarta: Delia Press.
Rakhmat, J. (2007). Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, W. (2010).Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Grup.
Saptono. (2011). Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis. Jakarta: Erlangga.
Sardiman, M. (2007).Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Satiadarma, M.P. ( 2003). Mendidik Kecerdasan. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Semiawan, C. (2009). Kreativitas Keberbakatan. Jakarta: Indeks.
Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Stein, S. J. dan Book, Howard, E. (2002).Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses. Alih Bahasa: Trinada Rainy Januarsari. Bandung: Kaifa.
Sudjana, N. (2005). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Suherman, A. (2002). Penelitian Korelasional dan Komparasi dalam Kurikulum dan Pengajaran. Bandung: Program Pascasarjana UPI.
Suparman, I.A. (2014). Aplikasi Komputer Dalam Penyusunan Karya Ilmiah. Tangerang: Pustska Mandiri.
Tridhonanto, Al. (2010). Meraih Sukses dengan Kecerdasan Emosional. Jakarta:PT Elex Media Komputindo.
Walgito, B. (2003). Pengantar Psikologi Umum Edisi Keempat. Yogyakarta: Andi Offset.
Wexley, K., and Yulk, G. (2003).Perilaku Organisasi dan Psikologi Personalia. Jakarta: Rineka Cipta.
Eka, D. (2014). Pengaruh Gaya Belajar, Kreativitas dan Kecerdasan Emosi Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Kelas X SMK Piri I Yogyakarta.Tesis. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Fitriani, V. (2013).Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Kreativitas Belajar Fisika (Survey pada SMA Negeri dan Swasta Kelas X di Kecamatan Cikarang Selatan).Tesis. Jakarta: Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas Indraprasta.
Gusniwati.(2015). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Penguasaan Konsep Matematika Siswa SMAN di Kecamatan Kebon Jeruk.Jurnal Formatif 5(1): 26-41.
Mayang, I.P. (2016). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika di SMAN Jakarta Selatan.Tesis. Jakarta: Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas Indraprasta PGRI.
Sanchez-Ruiz, MJ. (2011). The Relationship Between Trait Emotional Intellegence and Creativity Accros Subject Domain. Journal of The Society for the Study of Motivational Vol. 35.
Linda, N. (2006). What is Creativity?.Website: http://www.creativityatwork.com/#.what-isicreativity.pdf.