Desember 11, 2016

Sebuah rasa tanpa makna

Bulan semakin temaram, sinarnya kian memudar
Langit semakin gelap, & bulan semakin tak terlihat
Bintang yang biasa memainkan cahaya malam pun tak kunjung muncul
bertanya dalam hati, apakah mereka sudah semakin bosan untuk menghiburku?
Menemani malamku yang pilu
Gundah, dilema, semua rasa berkecamuk dalam jiwa
Mencoba menghibur diri dengan tarian langit malam
Namun kini, semua semakin menghilang
Menghindar dariku

Kau pergi tinggalkanku, sendiri tanpa kawan
Hingga kutemukan ketenangan malam bersama juwita malam
Namun kini semua semakin menghilang
Disaat kepingan hati belum terlengkapi
Bagai bermain puzzle, masih kucari potongan-potongan hati ini
 Tuhan.. kemana lagi ku harus mencari?
Apakah harus kucari dalam gelapnya malam?
Pilu..
Diri ini tak sanggup tuk berdiri tegak menatap langit malam
Karena semua tlah menghilang
Menghindar dariku

Kini, aku hanyalah kumpulan potongan puzzle yang belum lengkap
Ingin kucari serpihan-serpihan hati ini
Namun indra tak lagi berkutik
Relung jiwa kini berkecamuk
Berperang melawan pekatnya malam
Mencari arti dari sinar bulan yang kian temaram
& kerdipan bintang yang menghilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar