Hari ini kujalani hidupku seperti biasa, namun ada yang sedikit berbeda dengan rencana awalku. Tak apa, inilah yang terbaik.
Hembusan angin yang kian terasa tak juga memudarkan emosi dalam jiwa. Raga ini masih mencari kesejukan ditengah pekatnya malam. bersyukur karena terlewati tanpa derai air mata. Meski teriakan malam yang kian mencekam terus menggema di telinga. Debu-debu menari bersama angin, polusi udara pun ikut berdansa mesra bersama kotoran lain. Mengajakku untuk ikut menikmati malam yang kelam. Hanyut dalam dekapan kefanaan malam.
oh Tuhan, kurindu hadirnya disisiku.. Letih kaki ini berdiri bersiap menyambut kedatangannya yang tak kunjung pulang. Hingga kapan senyum palsu ini harus kupasang?
Tuhan, peluk aku dalam kasihMu.. dekap aku Tuhan.. agar ku dapat bertahan ditengah rayuan malam..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar